The New Rulers Of The World

4 04 2012

Sebuah Film Dokumenter dari salah satu jurnalis terkemuka Jhon Pilgers yang berkebangsaan Australia yang membokar semua keburukan dari sebuah sistem yang dibangun, yang menimbulkan ketidak adilan yang dilakukan oleh Amerika dan sekutunya baik itu Inggris dan Australia , Film dokumenter yang Berjudul “THE NEW RULERS OF THE WORLD” karya Jhon Pligers ini merupakan saksi keburukan dan ketidakadilan itu .

Globalisasi yang di usung – usung untuk mengatasi permasalahan ekonomi yang bertujuan menyeimbangkan rakyat miskin dan Rakyat yang kaya itu hanya kebohongan atau kedok oleh negara negara yang bertujuan untuk mencari keuntungan, karya Jhon Pligers ini mengatakan bahwa globalisasi didesain agar menguntungkan negara – negara maju dengan yang menjadi target adalah mengorbankan nasib buruh yang diperbudakan dan Utang luar negeri dan Pligers menceritakan bahwa inilah era penguasa dunia baru (the new Rulers Of the world) khususnya pengaruh bagi sebuah negara yaitu INDONESIA.

Nasib buruh Indonesia yang digambarkan oleh Pligers sangat nyata sekali namun tidak banyak orang memahami hal itu. nasib buruh sangat menggenaskan bagi buruh yang berkerja di perusahaan Multinasional(MNC) dimana Pligers mengatakan dalam fimnya seperti perusahaan Nike, adidas, GAP, memperlakukan buruh Indonesia sangat tidak wajar sementara perusahaan – perusahaan besar dan distributor di negara negara maju meraup keuntungan yang sangat tinggi.

ketidak wajaran perlakuan terhadap para buruh yaitu dengan jam kerja yang sangat – sangat tidak wajar, di film dokumenter tersebut mengatakan bahwa ada buruh yang bekerja sampai 36 Jam, kemudian ada yang bekerja sampai 24 jam namun jika kebutuhan ekspor meningkat makan mereka para buruh akan dipakasa untuk lembur sampai target permintaan ekspor terpenuhi, mereka diperkejakan memang seperti para budak dijaman raja yang tidak sesuai dengan upah yang mereka terima, kemudian lokasi tempat penginapan para buruh itu yang digambarkan oelh Pliger didalam fimnya sangat lah tidak wajar, para pembuat bahan bermerk dan sangat mahal itu (buruh) hanya bertempat tinggal di sebuah kotak bangunan yang kumuh dan bersarang penyakit dan sangat tidak wajar untuk dijadikan tempat tinggal, mereka para buruh hanya sekedar dimanfaatkan untuk mencari keuntungan oleh para perusahaan multinasional dengan upah murah para buruh dan diperkerjakan dibawah standarisasi, kemudian mereka para buruh merupakan para korban dari Globalisasi yang didesain oleh negara negara maju .

Di kutip dari salah satu blog yang berjudul Nusantaraku
yang mengatakan bahwa Untuk kasus utang luar negeri, John Filger memaparkan bagaimana utang luar negeri telah menjerat Indonesia menjadi negara penghutang (idealnya sepanjang masa) sejak rezim Soeharto. Untuk hal itu, Pilgers melakukan wawancara langsung dengan petinggi IMF dan World Bank (WB). Ia mempertanyakan alasan lembaga keuangan tersebut tetap memberikan punjaman kepada rezim yang jelas korup dan dengan mekanisme yang tidak transparan. Yang jelas dari kebijakan tersebut, World Bank dan negara-negara kreditor mengambil keuntungan yang besar dari mekanisme yang tidak transparan dan cacat hukum tersebut melalui proyek-proyek yang dikerjakan oleh perusahaan multinasional dari negara-negara asal masing-maisng. Jadi, meskipun WB dan negara kreditor memberi pinjaman 100%, namun sebenarnya sebagian besar uang tersebut digunakan untuk membuka lapangan pekerja negara kreditor dan hanya sekitar separuh uang pinjaman tersebut benar-benar masuk ke negara miskin tersebut.

Fakta-fakta tersembunyi globalisasi :

  • Sekitar 10% penduduk dunia menikmati dan memiliki 90% kekayaan dunia, sedangkan sisa 90% penduduk dunia harus merebut 10% uang untuk menghidupi keluarganya.
  • Total kekayaan sekelompok kecil orang yang berkuasa ternyata lebih besar dari total kekayaan seluruh penduduk benua Afrika.
  • Seperempat (1/4) kegiatan ekonomi dunia dapat dikuasai hanya dengan 200 perusahaan MNC

itu lah sedikit fakta yang dikemukakan oleh Jhon Fligers tentang dibaliknya maksud dari Globalisasi yang selalu didengung – dengungkan oleh negara Amerika Serikat dan negara kapitalis liberal yang menyatakan bahwa akan memberikan kemakmuran bagi umat manusia tapi ternyata mengakibatkan jurang pemisah yang begitu besar antara si kaya dan si miskin.

berikut link film Documenter “THE NEW RULERS OF THE WORLD” karya Jhon Fligers (7 part/via Youtube)

THE NEW RULERS OF THE WORLD / Subtitle Indonesia / Part 1

THE NEW RULERS OF THE WORLD / Subtitle Indonesia / Part 2

THE NEW RULERS OF THE WORLD / Subtitle Indonesia / Part 3

THE NEW RULERS OF THE WORLD / Subtitle Indonesia / Part 4

THE NEW RULERS OF THE WORLD / Subtitle Indonesia / Part 5

THE NEW RULERS OF THE WORLD / Subtitle Indonesia / Part 6

THE NEW RULERS OF THE WORLD / Subtitle Indonesia / Part 7



Taman Nasional Tanjung Puting

14 03 2012

Taman Nasional Tanjung Puting memiliki beberapa tipe ekosistem yang terdiri dari hutan hujan tropika dataran rendah, hutan tanah kering, hutan rawa air tawar, hutan mangrove, hutan pantai, dan hutan sekunder.

Kawasan ini didominir oleh tumbuhan hutan dataran rendah seperti jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonystylus bancanus), meranti (Shorea sp.), keruing (Dipterocarpus sp.), dan rotan.

Jenis satwa langka endemik dan dilindungi yang terdapat di hutan Taman Nasional Tanjung Puting antara lain orangutan (Pongo satyrus), bekantan (Nasalis larvatus), lutung merah (Presbytis rubicunda rubida), beruang (Helarctos malayanus euryspilus), kancil (Tragulus javanicus klossi), macan dahan (Neofelis nebulosa), dan kucing hutan (Prionailurus bengalensis borneoensis).

Taman Nasional Tanjung Puting merupakan lokasi pertama di Indonesia sebagai pusat rehabilitasi orangutan. Terdapat tiga buah lokasi untuk rehabilitasi orangutan yaitu di Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, dan Camp Leakey.

Orangutan Kalimantan mempunyai bulu kemerah-merahan gelap dan tidak memiliki ekor. Sejalan dengan pertumbuhan usianya, jantan dewasa mengembangkan pipinya hingga membentuk bantalan. Semakin tua, bantalan pipinya semakin besar sehingga wajahnya terkesan seram.

Taman Nasional Tanjung Puting ditetapkan UNESCO sebagai Cagar Biosfir pada tahun 1977 dan merupakan Sister Park dengan negara Malaysia.

Read More

Sumber : Departemen Kehutanan






Twitter widget by Rimon Habib - BuddyPress Expert Developer